Kompas.TV - Tren fast fashion yang terus berganti mendorong masyarakat membeli pakaian baru dalam waktu singkat. Di balik harganya yang terjangkau dan modelnya yang mengikuti tren, industri fashion turut menyumbang emisi karbon dan menghasilkan limbah tekstil yang berdampak pada lingkungan.
Di tengah persoalan tersebut, konsep upcycling menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi limbah fashion. Odilia, seorang kreator konten berlatar belakang pendidikan fashion, memanfaatkan pakaian lama menjadi barang baru yang lebih menarik.
Melalui kreativitasnya, pakaian yang sudah tidak terpakai diolah kembali menjadi karya dengan fungsi dan tampilan berbeda. Upaya ini menunjukkan bahwa pakaian lama masih memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan kembali tanpa harus berakhir sebagai limbah.
Selain membantu mengurangi sampah tekstil, upcycling juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi pakaian dan mempertimbangkan dampak lingkungan dari kebiasaan berbelanja.
Saksikan #Sustenesia setiap Sabtu pukul 09.00 WIB hanya di KompasTV!
Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop untuk mendapatkan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga Cerita Warga Pascabencana Banjir Longsor Sumatera: Kehilangan Kebun hingga Sumber Air | SUSTENESIA di https://www.kompas.tv/video/695778/cerita-warga-pascabencana-banjir-longsor-sumatera-kehilangan-kebun-hingga-sumber-air-sustenesia
Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
#Sustenesia #FastFashion #SustainableFashion
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/696515/fast-fashion-picu-limbah-tekstil-ini-cerita-content-creator-kreasikan-baju-bekas-sustenesia