:

Abraham Samad Soroti Draft  RUU Perampasan Aset Tak Transparan dan Pertanyakan DPR | ROSI

5 hari lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV -  Jika awalnya berfokus pada tindak pidana korupsi, draft RUU Perampasan Aset kemudian mencakup 13 kriteria tindak pidana. Hakim Agung periode 2011–2018, Gayus Lumbuun, menilai perluasan tersebut merupakan hal positif.

Gayus menilai masyarakat perlu memahami bahwa ancaman tindak pidana luar biasa tidak hanya berkaitan dengan korupsi.

Ia juga menilai proses pembahasan RUU tersebut tidak perlu terus diperpanjang.

Gayus juga mengingatkan pentingnya merespons aspirasi masyarakat dalam pembentukan dan penerapan hukum.

Namun, pandangan berbeda disampaikan Abraham Samad.

Menurut Samad, persoalannya bukan sekadar apakah publik mengetahui adanya RUU Perampasan Aset, melainkan apakah publik mengetahui draft yang benar-benar akan dibahas.

Samad mempertanyakan transparansi terkait draft yang digunakan dalam pembahasan.

Ia mengatakan, masyarakat baru mengetahui draft yang digunakan ketika proses pembahasan sudah memasuki tahap-tahap terakhir dan tekanan publik menguat.

Menurut Samad, kondisi tersebut membuat partisipasi publik dalam memberikan masukan menjadi terbatas.Samad bahkan menilai ada mekanisme dalam pembahasan yang belum memenuhi syarat, terutama terkait pelibatan publik secara luas.

Ia menilai masyarakat maupun kalangan ahli perlu diberi ruang untuk menyampaikan keberatan serta memberikan masukan terhadap poin-poin yang masih perlu dilengkapi.

Sementara terkait DPR, Gayus menekankan pentingnya memberikan kepercayaan kepada lembaga yang memiliki kewenangan untuk membahas dan menyelesaikan RUU.

Namun, Abraham Samad memiliki pandangan berbeda.

“Kalau saya, saya agak berbeda. Bahwa dengan kondisi DPR di zaman sekarang, itu kita tidak bisa melepaskan kepercayaan kita 100%,” katanya. 

Bagaimana menurut Anda? Tulis di kolom komentar. 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/X8Xx9rNIb60 

#ruuperampasanaset #koruptor #hukummati

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/690055/abraham-samad-soroti-draft-ruu-perampasan-aset-tak-transparan-dan-pertanyakan-dpr-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
ROSI
Diplomasi Eks Menlu Hassan Wirajuda Cegah Perang Irak, Tak Mau Terbelah Barat vs Islam | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Mengapa Iran Sulit Ditundukkan? Eks Menlu Hassan Wirajuda Ungkap Rahasianya | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Menlu Hassan Wirajuda: Iran Tak Akan Tumbang Meski Khamenei Gugur | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Menlu Hassan Wirajuda Ungkap Sikap Keras Indonesia saat AS Serang Irak: Strongly Condemn! | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
AS-Israel Serang Iran, Eks Menlu Hassan Wirajuda: Peran Board of Peace Menyusut | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Iran Balas Hantam Wilayah Teluk, Eks Menlu Hassan Wirajuda: Perang Meluas | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] AS-Israel VS Iran, Prabowo Siap jadi Mediator? | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Koperasi Desa Lawan Kartel! Ferry Juliantono: Untungnya Harus Kembali ke Desa, Ini Strateginya |ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Dana APBN untuk Koperasi Desa, Suroto Desak Status “Koperasi Publik”! | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan? |  ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke