:

Tanggapi Kasus Eks Jampidsus, Advokat Denny Kailimang: 2 Alat Bukti Cukup Tetapkan Tersangka | ROSI

1 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Advokat senior Denny Kailimang memberikan pandangan mengenai polemik prosedur penetapan tersangka dalam suatu perkara.

Menurutnya, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP tidak mensyaratkan seseorang harus diperiksa lebih dulu sebelum ditetapkan sebagai tersangka. 

Denny Kailimang menilai penggeledahan, penyitaan, hingga penetapan tersangka dapat dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan hukum acara pidana. 

Menurut Denny, tindakan penggeledahan tentu memiliki dasar yang dipertimbangkan oleh penyidik. 

Menanggapi pendapat sejumlah praktisi hukum yang menilai perkara tersebut berpotensi digugat melalui praperadilan, Denny berpandangan penyidik tidak akan bertindak tanpa landasan. 

Ia meyakini tindakan tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk maupun alat bukti yang telah diperoleh penyidik. 

Menurut Denny, praktik penggeledahan sebelum penetapan tersangka juga lazim terjadi dalam berbagai perkara pidana. 

Ia mencontohkan kasus narkotika maupun pembunuhan, di mana penyidik lebih dahulu melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti. 

Terkait penetapan tersangka, Denny menegaskan pandangannya bahwa KUHAP tidak mengatur kewajiban memeriksa seseorang terlebih dahulu sebelum status tersangka diberikan. 

Menurutnya, dasar utama penetapan tersangka adalah terpenuhinya minimal dua alat bukti. 

Ia menambahkan, pemanggilan seseorang oleh penyidik dilakukan dalam rangka memperoleh keterangan untuk kepentingan penyidikan. 

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar. 

 

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/vDvJJDrp35U

 

#jampidsus #febrieadriansyah #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/682036/tanggapi-kasus-eks-jampidsus-advokat-denny-kailimang-2-alat-bukti-cukup-tetapkan-tersangka-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
ROSI
Diplomasi Eks Menlu Hassan Wirajuda Cegah Perang Irak, Tak Mau Terbelah Barat vs Islam | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Mengapa Iran Sulit Ditundukkan? Eks Menlu Hassan Wirajuda Ungkap Rahasianya | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Menlu Hassan Wirajuda: Iran Tak Akan Tumbang Meski Khamenei Gugur | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Eks Menlu Hassan Wirajuda Ungkap Sikap Keras Indonesia saat AS Serang Irak: Strongly Condemn! | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
AS-Israel Serang Iran, Eks Menlu Hassan Wirajuda: Peran Board of Peace Menyusut | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Iran Balas Hantam Wilayah Teluk, Eks Menlu Hassan Wirajuda: Perang Meluas | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
[FULL] AS-Israel VS Iran, Prabowo Siap jadi Mediator? | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Koperasi Desa Lawan Kartel! Ferry Juliantono: Untungnya Harus Kembali ke Desa, Ini Strateginya |ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Dana APBN untuk Koperasi Desa, Suroto Desak Status “Koperasi Publik”! | ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Mobil Impor India untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan? |  ROSI
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke