Pulau Ay adalah salah satu desa dan pulau di kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Laut Banda memiliki kekayaan alam yang melimpah. Sumber daya perikanan di wilayah ini menjadi salah satu yang menjanjikan untuk masa depan. Karena kelimpahan yang dimilikinya ini masyarakat lokal memiliki budaya sasi yang merupakan tradisi untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan pesisir yang telah dilakukan turun temurun sejak jaman leluhur.
Sasi merupakan tradisi kolektif masyarakat adat Maluku dan Papua untuk memberlakukan pelarangan terhadap pengambilan hasil panen dalam jangka waktu tertentu.
Meskipun ritual adat sudah beberapa tahun ini belum dilaksanakan kembali, masyarakat khususnya di Pulai Ay masih menjalankan sasi dalam bentuk modern yaitu konservasi. Konservasi ini bertujuan untuk melindungi biota laut yang ada di wilayah setempat. Konservasi biota laut yang dilakukan di Pulau Ay meliputi konservasi lobster, batulaga, teripang dan kerang lola.
Mahandis Yoanata memiliki ketertarikan untuk mencari tahu makna sasi bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu ia datang mengunjungi Pulau Ay untuk bertemu dengan masyarakat adat dan melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat di daerah pesisir ini dengan kearifan budaya mereka yang bergeser ke arah yang lebih modern.