Data CoinGlass mencatat Bitcoin menguat sebanyak delapan kali dari 13 bulan November sepanjang 2013 hingga 2025, dengan rata-rata kenaikan sekitar 41 persen. Namun, angka tersebut dipengaruhi lonjakan ekstrem sebesar 449 persen pada November 2013. Jika tahun itu tidak dihitung, rata-rata kenaikannya hanya sekitar 7 persen. Bahkan, dalam sepuluh tahun terakhir, Bitcoin tercatat lima kali menguat dan lima kali melemah setiap November. Market Specialist Luno, Arief Rachman, mengingatkan bahwa data historis bukan jaminan harga Bitcoin akan kembali naik.
Sementara itu, Bitcoin justru melemah sekitar 7,3 persen sepanjang Oktober 2026. Harganya ditutup di level 77.435 dollar AS atau sekitar Rp1,40 miliar pada 31 Oktober 2026. Penurunan ini menjadi Oktober kedua berturut-turut yang berakhir di zona merah, sehingga pola "Uptober" kembali tidak terwujud. Arief mengimbau investor agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan pola kenaikan musiman, tetapi tetap menyesuaikan investasi dengan profil risiko dan menerapkan manajemen risiko.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Arini Kusuma Jati
Narator: Arini Kusuma Jati
Video Editor: Arini Kusuma Jati
Produser: Arini Kusuma Jati
Music: Midnight_Deadline (AI)
#Ekonomi #Finansial ##cclabs #Bitcoin #Crypto