PERANCIS, KOMPAS.TV - Bentrokan terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa saat aksi demonstrasi di Paris pada Sabtu (7/11/2026) waktu setempat.
Demo yang digelar menuntut kenaikan upah serta menyuarakan dukungan bagi gerakan protes mahasiswa.
Aksi ribuan pengunjuk rasa yang menggelar demo di Paris berubah menjadi kekacauan.
Polisi menggunakan tongkat dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Aksi demo yang digelar menuntut kenaikan upah serta menyuarakan dukungan bagi gerakan protes mahasiswa.
Awalnya, gerakan ini diikuti oleh para pelajar yang menuntut peningkatan pendanaan pendidikan, kemudian berkembang hingga diikuti para pekerja yang menginginkan dana pensiun lebih baik serta keringanan dari lonjakan harga bahan bakar dan biaya hidup lainnya.
Sementara itu, di Strasbourg, Prancis, para pengunjuk rasa bertopeng merusak dan memecahkan kaca toko. Sebagian pengunjuk rasa lainnya memanjat fasad Teater Nasional Strasbourg dan menyalakan suar.
Polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau massa.
Menurut polisi, sekitar 2.500 orang terlibat dalam demonstrasi tanpa izin di Strasbourg.
Peristiwa ini terjadi dalam rangkaian demonstrasi nasional akhir pekan keempat berturut-turut yang memprotes kenaikan biaya hidup dan kebijakan pemerintah.
Baca Juga Demokrat Kuasai DPR AS, Prioritaskan Kesehatan dan Akhiri Perang Iran di https://www.kompas.tv/internasional/700313/demokrat-kuasai-dpr-as-prioritaskan-kesehatan-dan-akhiri-perang-iran
#demo #unjukrasa #perancis #biayahidup
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/700408/ricuh-aksi-demo-biaya-hidup-mahal-di-perancis-polisi-dan-pengunjuk-rasa-bentrok-kompas-petang