JAKARTA, KOMPAS.TV — Mantan Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengungkap kejanggalan terkait perangkat penyadapan Candiru dalam kasus dugaan penyadapan ilegal yang diungkap Bareskrim Polri.
Andi mengaku terkejut saat melihat perangkat yang ditampilkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut.
Menurut Andi, Candiru merupakan perangkat penyadapan buatan Israel yang pernah dibeli pada masa dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Andi menjelaskan, perangkat tersebut hanya dapat diperoleh melalui kesepakatan antarpemerintah atau government to government yang melibatkan Kementerian Pertahanan.
"Ini Candiru, kotak ini Candiru yang dulu kita beli di masa Menhan Ryamizard Ryacudu. Ini buatan Israel. Candiru hanya akan diberikan ke kita kalau ada kesepakatan pemerintah dan pemerintah dan itu harus Kemhan. Nah, begitu dari Candiru itu nyelonong ke baju coklat, ya aneh,” kata Andi, di Bola Liar KompasTV, Jumat (7/11/2026). ). (timecode 1:43)
Pernyataan Andi kemudian ditanggapi mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
"Sebentar, kita harus ingatkan bahwa Kapolri menyadap bukan sebagai Kapolri," kata Said Didu.
Said mengingatkan bahwa dugaan penyadapan tersebut dilakukan oleh Kapolri bukan dalam kapasitasnya sebagai Kapolri.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/700310/andi-widjajanto-ungkap-kejanggalan-alat-sadap-candiru-di-kasus-prabowo-ini-respons-said-didu