KOMPAS.TV - Sebanyak 250 pasangan mengikuti upacara pernikahan massal di Jalur Gaza, Palestina. Acara digelar di tengah kawasan yang porak-poranda akibat perang, dengan bangunan runtuh dan jalanan dipenuhi puing-puing.
Para pengantin perempuan mengenakan busana tradisional Palestina dengan sulaman warna-warni. Sementara itu, para pengantin pria mengenakan keffiyeh yang menjadi simbol identitas Palestina.
Selama perang, banyak pasangan menghadapi kendala biaya sehingga sulit memulai kehidupan bersama. Pernikahan massal ini pun menghadirkan suasana perayaan dan kebahagiaan bagi warga Gaza di tengah kondisi yang masih sulit.