Pasar kripto mengalami kejatuhan drastis pada perdagangan Kamis (5/11/2026) waktu Amerika Serikat hingga menguapkan nilai pasar sebesar 137,6 miliar Dollar AS (sekitar Rp 2.490 triliun) hanya dalam kurun 24 jam. Harga Bitcoin tersungkur ke bawah 76.000 Dollar AS menyentuh titik terendahnya di level 75.463 Dollar AS diikuti penurunan tajam pada aset kripto utama lainnya seperti Ethereum yang ambles 7,9 persen, Solana, hingga XRP.
Kejatuhan massal ini dipicu oleh efek domino aksi jual di sektor saham teknologi AS akibat kekhawatiran atas kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Sela, khususnya rencana moratorium pusat data di Texas yang berpotensi menghambat ekspansi industri AI. Kondisi ini diperparah oleh badai likuidasi berantai pada pasar berjangka kripto, di mana posisi long (taruhan harga naik) senilai lebih dari 1 miliar Dollar AS (sekitar Rp 18,12 triliun) terpaksa ditutup otomatis oleh platform perdagangan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Musik: Wireline Bulletin (AI)
#Ekonomi #finansial ##newsdaily ##cclab #BTC #Bitcoin #Kripto #Kenapabtcturun #Crypto