:

Kepala BIN Herindra Sebut Mengarah ke Makar, Yusril Ungkap Indikasi di Kasus Penyadapan Prabowo

3 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra menilai kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mengarah pada tindakan makar.

Pernyataan tersebut disampaikan Herindra saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Herindra menyebut tindakan penyadapan tersebut merupakan perbuatan ilegal yang mengarah pada dugaan makar.

"Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal, dan mengarah ke tindakan yang makar. Itu saja," ujar Herindra.

Saat ditanya mengenai sosok yang diduga memerintahkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan pihak lainnya melakukan penyadapan, Herindra memilih bungkam.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menjelaskan perkembangan penanganan kasus tersebut.

Yusril menegaskan, pemerintah tidak menyimpulkan bahwa unsur makar tidak ada dalam perkara tersebut.

Sebaliknya, indikasi tersebut kini tengah didalami lebih lanjut oleh penyidik, termasuk untuk mengetahui motif dan tujuan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

"Kalau dikatakan membunuh tidak, tapi mengarah pada satu keinginan untuk melumpuhkan sehingga Presiden itu tidak dapat menjalankan kuasa pemerintahan. Itu yang sedang didalami oleh para penyidik sekarang ini," ujar Yusril.

Yusril menegaskan, dugaan unsur makar tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Video Editor: Novaltri

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700073/kepala-bin-herindra-sebut-mengarah-ke-makar-yusril-ungkap-indikasi-di-kasus-penyadapan-prabowo

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke