Kemenangan telak Partai Demokrat dalam Pemilu Sela AS pada 3 November 2026 memicu aksi jual besar-besaran di Wall Street hingga menyusutkan nilai pasar Nasdaq 100 sebesar 2,5 triliun dolar AS sekitar Rp45.200 triliun. Kemenangan politik ini memperkuat dorongan pengawasan ketat terhadap industri kecerdasan buatan (AI), menyusul seruan Senator Bernie Sanders terkait moratorium nasional pembangunan pusat data serta janji politikus Demokrat Texas, Gina Hinojosa, untuk menghentikan izin data center demi melindungi pasokan listrik dan air warga.
Ketakutan akan terhambatnya pembangunan pusat data sebagai tulang punggung AI membuat saham raksasa teknologi seperti Nvidia, AMD, dan Broadcom berjatuhan hingga belasan persen pada Kamis (5/11/2026). Selain faktor politik, penurunan tajam ini dipicu oleh keraguan investor yang mulai mempertanyakan tingkat pengembalian hasil atau return dari belanja modal raksasa AI yang melampaui 100 miliar dolar AS per tahun sehingga menyeret indeks S&P 500 dan Dow Jones ke dalam gelombang koreksi besar.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Musik: Pressed Newsroom (AI)
#Ekonomi #finansial ##newsdaily ##cclab #SahamUS #USStock #DonaldTrump #TrumpKalahPemilu #PemiluAS