JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto memecat Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan, usai mantan Kapolri itu ditetapkan sebagai tersangka penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Mensesneg, Prasetyo Hadi menjelaskan untuk mengisi kekosongan posisi Kepala KSP, Presiden telah menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Listyo.
Partai Gerindra meminta Polri untuk tidak berhenti pada pihak eksekutor di lapangan, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi wajib menelusuri otak di balik penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menjelaskan, tidak masuk akal tindakan nekat menembus pengamanan presiden dilakukan atas inisiatif pribadi, tanpa perintah atau beking.
Gerindra mendorong oknum yang bermain di balik layar harus diseret ke muka hukum.
Desakan usut tuntas kasus penyadapan ilegal terhadap presiden juga disuarakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mendorong Polri mengejar aktor intelektual atau mastermind di balik penyadapan itu. Mardani bilang, polisi seharusnya menjadi pelindung kepala negara dan masyarakat.
Kami perbarui perkembangan terkini soal pemecatan dan penahanan eks Kapolri, Listyo Sigit Prabowo buntut kasus penyadapan Presiden Prabowo.
Ada dua Jurnalis KompasTV, Alfania Risky di Istana Kepresidenan, Jakarta dan Renata Panggalo di Mabes Polri.
Terlebih dahulu kita ke Istana Kepresidenan, Jakarta dengan Jurnalis KompasTV, Alfania Risky dan Juru Kamera Arief Rahman.
Baca Juga Menko Yusril Sebut Ada Indikasi ke Arah Makar dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo | BERUT di https://www.kompas.tv/nasional/699772/menko-yusril-sebut-ada-indikasi-ke-arah-makar-dalam-kasus-penyadapan-presiden-prabowo-berut
#prabowo #listyosigit #penyadapan
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/699781/listyo-sigit-dipecat-dari-kepala-ksp-usai-jadi-tersangka-penyadapan-prabowo-ada-indikasi-makar