ketiga 2026 membuat investor mulai menahan diri membeli emas fisik, hingga menyebabkan permintaan emas batangan dan koin global anjlok 19 persen menjadi 267,8 ton. Tren serupa juga melanda Indonesia, di mana permintaan emas batangan dan koin merosot 25 persen serta perhiasan turun 18 persen. Kendati demikian, minat berinvestasi pada emas tidak surut melainkan bergeser ke produk ETF (Exchange Traded Fund), yang mencatatkan rekor kepemilikan tertinggi sepanjang sejarah sebesar 4.256 ton dengan total arus dana masuk mencapai 31 miliar dolar AS.
Kenaikan signifikan pada ETF emas didorong oleh kekhawatiran investor pasar global terhadap laju inflasi, tingkat keberlanjutan fiskal, serta dinamika obligasi pemerintah. Meski World Gold Council memangkas proyeksi pertumbuhan investasi emas sepanjang 2026 menjadi sekitar 200 ton, investasi aset ini diperkirakan tetap menjadi motor utama pasar. Pergerakan pasar emas ke depan bakal berada di antara tekanan tingginya suku bunga dan dolar AS versus dorongan linier dari ketegangan geopolitik serta risiko keuangan global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music: Ticker Loop Brief No 2 (AI)
#Ekonomi #finansial ##newsdaily ##cclab #emas #etf #etfemas #goldetf