KOMPAS.TV - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman terbesar bagi rezim nonproliferasi nuklir.
Baghaei memperingatkan, ancaman penggunaan senjata nuklir dapat mendorong negara-negara melanggar Perjanjian Nonproliferasi Nuklir atau Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah jurnalis Amerika Serikat, Tucker Carlson, mengklaim Washington mungkin akan melancarkan serangan nuklir terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan.
Carlson juga menyebut rencana serangan tersebut didorong Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, ia tidak menyertakan bukti yang dapat diverifikasi secara independen untuk mendukung klaim tersebut, baik dari Washington maupun Teheran.