Meskipun Amerika Serikat mencoba melakukan diplomasi pintu belakang melalui surat rahasia Wakil Presiden JD Vance, Iran tetap berada dalam kesiapsiagaan tempur tertinggi.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, secara terbuka mengonfirmasi bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menguji rudal anti-kapal terhadap armada USS George Washington dan bersiap mematahkan kekuatan militer AS jika konfrontasi militer kembali meletus di perairan Teluk.
Senjata utama di balik ancaman Teheran ini adalah rudal balistik anti-kapal Qasem Basir berjangkauan 1.200 kilometer, yang sanggup menjangkau Laut Arabia dan telah memaksa benteng terapung AS mengubah rute patrolinya. Dengan memanfaatkan kelelahan logistik, ausnya mesin jet tempur, serta keterbatasan manuver armada Pentagon di ruang udara sempit, taktik presisi IRGC ini siap menghadirkan kejutan mematikan bagi kekuatan militer Amerika Serikat.
Lantas, akankah gertakan rudal presisi Iran ini benar-benar melumpuhkan dominasi laut AS, atau justru Washington mampu menangkis serangan dalam pertempuran jilid dua?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #PerangIranVsAS #Iran #AmerikaSerikat #JDVance #DonaldTrump #IRGC
Music: The_Final_Brief (AI)