:

Kabut Asap Kembali Selimuti Palangka Raya, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya | KOMPAS PETANG

3 jam lalu

PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah belum sepenuhnya berakhir. Kabut asap kembali menyelimuti kota.

Setelah empat hari merasakan kualitas udara yang lebih baik, hari ini kualitas udara Palangka Raya kembali masuk kategori berbahaya.

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Setelah empat hari merasakan kualitas udara yang lebih baik, kabut asap kembali membatasi jarak pandang di sejumlah ruas jalan.

Data Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Palangka Raya kembali masuk kategori berbahaya. Konsentrasi partikulat PM2,5 tercatat mencapai 384 mikrogram per meter kubik.

Keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat menyebut area terbakar di lahan konsesi melibatkan 356 perusahaan.

Semua perusahaan akan diperiksa untuk mengetahui siapa saja yang sengaja membakar hutan dan lahan.

Bahkan, Jumhur bilang berdasarkan informasi intelijen, ada indikasi sabotase membakar hutan dan lahan untuk merusak citra pemerintahan.

Namun, semua ini masih didalami agar pelaku bisa ditangkap dan kebakaran tidak semakin luas.

Baca Juga Belum Usai, Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Palangka Raya | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/699448/belum-usai-kabut-asap-karhutla-kembali-selimuti-palangka-raya-kompas-siang

#karhutla #kabutasap #palangkaraya

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699539/kabut-asap-kembali-selimuti-palangka-raya-kualitas-udara-masuk-kategori-berbahaya-kompas-petang

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke