Bursa kripto global Binance diguncang peretasan masif pada akhir Oktober 2026, di mana aset senilai 6,3 miliar dolar AS atau setara Rp114 triliun raib dalam waktu 20 menit. Serangan kompleks ini memanfaatkan celah pada sistem persetujuan penarikan, yang memaksa Binance menghentikan layanan transaksi sementara demi melacak aliran dana dan mengamankan aset investor yang tersisa.
Penyelidikan dari berbagai firma analisis blockchain dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat menduga kuat kelompok peretas asal Korea Utara, TraderTraitor yang terafiliasi dengan Lazarus Group, berada di balik serangan tersebut.
Pencurian aset kripto ini diduga digunakan oleh Pyongyang untuk meraup mata uang asing di tengah sanksi internasional guna mendanai perekonomian dan program persenjataan mereka. Meski sempat memicu kepanikan dan penurunan harga pasar, Binance bergerak cepat dengan membekukan sebagian besar dana curian bekerja sama dengan penerbit stablecoin serta berjanji menanggung seluruh kerugian melalui dana cadangan SAFU.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Elsa Emiria Leba
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah
Narator: Musayadah Khusnul Khotimah
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Musayadah Khusnul Khotimah
Musik: Wireline Bulletin (AI)
#Peristiwa #Viral ##cclabs ##DailyNews #PeretasanBinance #KoreaUtara #DiBalikPeretasanBinance #pembekuanAsetBinance #Binance #FBI #PeretasanKripto