Singapura mulai mengembangkan berbagai teknologi pendinginan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pendingin udara atau air conditioner (AC) yang membutuhkan banyak energi di tengah suhu panas ekstrem.
Menurut laporan AFP, Minggu (1/11/2026), negara kota itu selama ini dikenal sebagai "air-conditioned nation" atau negara yang sering mengandalkan AC. Sekitar 99 persen rumah pribadi di Singapura dilengkapi AC, menjadikannya negara dengan tingkat kepemilikan AC per kapita tertinggi di Asia Tenggara.
Ketergantungan tersebut juga terlihat di kawasan Orchard Road. Saat pintu toko terbuka, udara dingin dari dalam bangunan mengalir ke trotoar, menjadi daya tarik tersendiri ketika suhu siang hari di Singapura berada di kisaran 31 hingga 33 derajat Celsius sepanjang tahun.