Wakil Presiden AS JD Vance secara senyap mengirimkan surat diplomasi rahasia kepada Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei melalui mediator Qatar demi membuka kerangka perundingan baru di kawasan Teluk menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Namun, upaya diplomasi ini berjalan beriringan dengan gertakan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan sekutu Teluk untuk bersiap menghadapi potensi serangan militer kilat pasca-pemilu. Kombinasi rayuan diplomasi dan ancaman perang singkat ini sengaja dimainkan Washington untuk memaksa Teheran berlutut dan menghentikan program nuklirnya tanpa AS harus menanggung biaya konfrontasi yang mahal.
Lantas, akankah strategi bujuk rayu dan ancaman AS ini berhasil membendung perang jilid dua?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah Narator: Nabilah Safirah Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty