Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mengerahkan tiga armada kapal induk raksasa untuk mengepung Iran di Selat Hormuz demi menegakkan blokade laut dan melindungi pelayaran komersial di kawasan Teluk.
Namun, laporan terbaru mengungkap bahwa intensitas penerbangan jet tempur F-35 dan F/A-18 yang tiada henti justru menciptakan tekanan hebat pada mesin, jaringan teknisi, dan stamina awak kapal perang. Kondisi ini menjadi celah strategis bagi Teheran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang siap memanfaatkan kelelahan logistik Amerika Serikat melalui doktrin perang panjang.
Jika jet-jet tempur utama AS tak lagi mampu beroperasi 100 persen dan fokus keamanan Washington makin tergerus, strategi pengerahan armada raksasa ini berisiko menjadi senjata makan tuan bagi pemerintah Amerika Serikat. Akankah Selat Hormuz menjadi panggung kejayaan blokade Donald Trump, atau justru berubah menjadi perangkap panjang yang kembali membuat Amerika apes di Timur Tengah
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Nabilah Safirah
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #PerangASVsIran #IRGC #Iran #SeranganUdaraAS #CENTCOM #IRGC #EpicFury #LittleEpicFury #SelatHormuz
Music: The Policy Floor (AI)