Dua perusahaan analisis blockchain terkemuka, TRM Labs dan Chainanalysis, mengidentifikasi Lazarus Group (TraderTraitor), kelompok peretas yang didukung pemerintah Korea Utara, sebagai terduga utama di balik pembobolan bursa kripto Binance pada Kamis (29/10/2026).
Penyerang diduga memanfaatkan akses licin pada signing system Binance dan bantuan teknologi AI untuk membobol hot wallet hingga menguras aset bernilai 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 114 triliun.
Meski Binance menyebut investigasi mendalam menemukan titik pelanggaran yang lebih luas dari sekadar peretasan laptop insinyur, Co-CEO Richard Teng mengonfirmasi bahwa sekitar 80 persen dari total aset terdampak kini berhasil diamankan.
Kasus pembobolan berskala rekor ini semakin mempertegas tuduhan FBI dan para pakar bahwa rezim Pyongyang aktif mengandalkan kejahatan siber berbasis perekrutan talenta muda berprestasi demi membiayai kas negara serta program risetnya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Maria Utari Dewi
Produser: Farid Firdaus
Music: High_Stakes_Resoluti (AI)
#Ekonomi #Financial #Binance #Kripto #Crypto #Korut