JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua BEM UI 2026, Fathimah Azzahra, mempertanyakan pendekatan pemerintah melalui program MBG.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan makanan bergizi idealnya bisa dilakukan masyarakat secara mandiri. Ia juga menyoroti pembangunan dapur dan mekanisme pembagian makanan di sekolah yang dinilai belum menjawab persoalan kemandirian masyarakat.
Fathimah berharap, konsep kesejahteraan yang memungkinkan masyarakat memenuhi kebutuhannya sendiri juga diterapkan dalam program-program pemerintah lainnya.
Menanggapi kritik tersebut, Budiman Sudjatmiko menjelaskan bahwa intervensi negara dalam pemenuhan makanan bergizi memiliki sejumlah tujuan. Salah satunya, meningkatkan kehadiran siswa di sekolah.
Budiman juga menyebut makanan bergizi dan sesuai selera anak dapat menjadi insentif bagi komunitas untuk meningkatkan kehadiran siswa.
Ia menilai pemenuhan gizi dan pendidikan tidak seharusnya dipertentangkan, karena keduanya saling mendukung perkembangan anak.
Budiman bahkan membuka kemungkinan adanya penyesuaian sasaran program, termasuk pemberian makan dua kali sehari bagi masyarakat kelas bawah atau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Di sisi lain, Fathimah menyoroti kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah yang kerap meminta publik menunggu hasil dari program-program yang baru berjalan.
Menurutnya, masyarakat telah menunggu perubahan dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya, sehingga wajar jika mereka mengharapkan hasil yang bisa dirasakan saat ini.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/sFstPhIYbyM
Baca Juga BEM UI Fathimah Soroti 19 Juta Lapangan Kerja, Budiman: Bukan Satu-satunya Solusi | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/698989/bem-ui-fathimah-soroti-19-juta-lapangan-kerja-budiman-bukan-satu-satunya-solusi-rosi
#demomahasiswa #bemui #budimansudjatmiko
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/698990/fathimah-kritik-konsep-mbg-budiman-sudjatmiko-jelaskan-alasannya-rosi