Novelis asal Hong Kong, Lau Yee-Wa, menilai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam menulis karya sastra berisiko menghilangkan orisinalitas dan ciri khas penulis.
Saat berkunjung ke Kompas Gramedia, Jumat (23/10/2026), ia mengatakan AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, seperti memeriksa kesalahan tata bahasa dan mencari informasi, tetapi bukan untuk menciptakan karya sastra.
Menurut Lau, setiap penulis memiliki gaya dan karakter tersendiri yang menjadi identitas karyanya.
Kreatif: Adinda Dwi Putri
Produser: Yunanto Wiji Utomo
/ #Novel #LauYeeWa #AI #Penulis #Review