China mengubah Gurun Taklamakan yang dijuluki "Lautan Kematian" menjadi sumber ekonomi melalui pertanian dan budi daya hasil laut, dan membantu menyejahterakan warga lokal.
"Sabuk hijau" sepanjang 3.046 kilometer mendukung pengembangan tanaman gualou dan cistanche, sementara Kota Aral mengembangkan budi daya udang serta ikan di lahan garam-alkali.
Berbagai industri ini membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengubah lahan tandus menjadi kawasan produktif. Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Salsabila Suseno Video editor: Salsabila Suseno Produser: Akhmad Muawal Hasan