Pangeran perang di Selat Hormuz kian membara saat AS terus memobilisasi pasukan meski Donald Trump diam-diam mengutus Wapres JD Vance untuk merayu faksi garis keras Teheran.
Iran sengaja memainkan strategi ulur waktu menjelang pemilu paruh Waktu AS dengan memperketat blokade minyak, memicu melonjaknya harga solar yang melumpuhkan elektabilitas Partai Republik.
Dengan ancaman serangan balasan meluas ke fasilitas siber hingga pangkalan AS di seluruh kawasan, Teheran membuktikan bahwa menggoyang stabilitasnya akan menelan biaya politik dan ekonomi yang teramat mahal bagi Washington.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Narator: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Video Editor: Bernadetha Nadia Deni Ananda
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #PerangASvsIran #DonaldTrump #PerangIranvsASIsrael #MiliterIran #DeadlineIrankeAS
Music: The Silent After (AI)