Australia mulai mengambil langkah untuk memperkuat sistem pertahanan udaranya dengan mempertimbangkan adopsi teknologi pencegat rudal berbasis darat yang dikembangkan dari Iron Dome milik Israel. Dalam rapat komite parlemen pada Kamis (29/10/2026), pejabat pertahanan mengungkapkan bahwa teknologi buatan Rafael Advanced Defense Systems tersebut serta penjajakan pada sistem Patriot AS, menjadi bahan kajian utama Canberra untuk melengkapi kebutuhan operasional militer sekutu dan ditargetkan siap beroperasi pada awal dekade 2030-an.
Dorongan untuk memperkuat perisai udara ini dipicu oleh perubahan lanskap pertempuran global di Ukraina dan Timur Tengah yang makin mengandalkan rudal serta drone, ditambah melonjaknya insiden penyusupan drone di pangkalan militer Australia hingga 204 kasus pada 2025. Meski militer Australia baru akan memberikan rekomendasi resmi kepada pemerintah pada 2027 mendatang, rencana penggunaan teknologi pertahanan asal Israel ini diprediksi tetap menjadi sorotan di tengah dinamika politik dalam negeri.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Elisabeth Putri Mulia