JAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Mandiri memberikan fasilitas kredit dengan plafon Rp40 triliun kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam. Dari plafon tersebut, sekitar Rp17 triliun telah digunakan.
Bank Mandiri menyatakan fasilitas kredit itu ditujukan untuk pengembangan usaha, belanja modal, serta kebutuhan pembiayaan perusahaan dan grup usaha di industri batu bara beserta sektor penunjangnya.
Agunan kredit mencakup aset tetap dan tidak tetap, termasuk saham PT Jhonlin Agro Raya (JAR) dan PT Pradiksi Gunatama (PGUN).
Pengamat BUMN sekaligus Direktur Next Indonesia Center, Herry Gunawan, menyoroti risiko penurunan nilai saham yang dijadikan agunan, kemungkinan tumpang tindih jaminan aset, serta proses penilaian dan persetujuan kredit.
Ia juga mempertanyakan transparansi penggunaan fasilitas kredit tersebut di tengah pertanyaan Bursa Efek Indonesia terkait kemungkinan kaitannya dengan akuisisi saham Bayan.
Menurut Herry, Bank Mandiri perlu menjelaskan mekanisme mitigasi risiko dan memastikan tata kelola pemberian kredit berjalan memadai. Bagaimana potensi dampaknya terhadap Bank Mandiri dan investor?
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/698657/full-pakar-ungkap-soal-bank-mandiri-kucurkan-kredit-rp40-triliun-ke-perusahaan-haji-isam