JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menegaskan, persoalan ijazah Gibran bukan sekadar masalah pribadi atau perbedaan suka dan tidak suka terhadap seseorang.
Andreas menilai persoalan tersebut berkaitan dengan sistem ketatanegaraan dan prinsip pemilu yang jujur serta adil. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses pemilu ke depan.
Andreas juga menilai keputusan Mahkamah Konstitusi perlu ditindaklanjuti agar persoalan tersebut memperoleh kejelasan dan tidak terus memengaruhi kehidupan politik nasional.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak seharusnya dibiarkan tanpa penyelesaian yang terbuka.
Sementara itu, Pengamat politik Ujang Komarudin menilai DPR dapat menjadi salah satu ruang untuk menjawab aspirasi publik terkait persoalan tersebut.
Ujang mengatakan, terdapat peluang untuk mempertemukan keinginan DPR menggunakan hak angket dengan pernyataan pihak yang ingin menunjukkan dokumen ijazah.
Menurut Ujang, proses hukum yang berjalan di kepolisian dan Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN juga menjadi bagian dari perkembangan persoalan ini.
Baca Juga PDIP Dorong DPR Gunakan Hak Angket soal Polemik Ijazah Wapres Gibran | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/698580/pdip-dorong-dpr-gunakan-hak-angket-soal-polemik-ijazah-wapres-gibran-satu-meja
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/411kdEmjYCk
#ijazahgibran #wapresgibran #prabowo
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/698581/polemik-ijazah-wapres-gibran-pdip-lebih-baik-terbuka-tunjukkan-satu-meja