Kelompok milisi Houthi dilaporkan melancarkan serangan mematikan ke Bandara Internasional King Khaled di Riyadh pada 10 Oktober 2026 yang menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang, menjadikannya insiden paling destruktif di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Meski Saudi menggelontorkan dana pertahanan raksasa, Houthi terbukti mampu menjebol pertahanan udara berkat taktik cerdik yang memadukan drone murah sebagai pengalih perhatian dengan rudal balistik jarak jauh berkecepatan tinggi seperti Palestine-2 dan Toufan.
Di sisi lain, Arab Saudi mengalami kewalahan karena harus menjaga wilayah yang sangat luas dari berbagai arah dengan sistem pencegat rudal Patriot yang berharga mahal dan kini menjadi rebutan global. Ketergantungan pada strategi tambal sulam melalui bantuan militer dari berbagai negara sekutu juga memunculkan tantangan baru terkait integrasi sistem pertahanan, menegaskan bahwa Houthi hanya butuh segelintir serangan yang lolos untuk mengguncang keamanan regional.
Lantas apa yang membuat pertahanan langit Arab Saudi terus-terusan dijebol Houthi?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Host: Elisabeth Putri Mulia Videographer: Adinda Septia Berliana Video Editor: Darojatun Athoillah Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music: Briefing Room Seven (AI) Zero Hour Bulletin (AI) Pressed Newsroom (AI) Report On Tides (AI)