KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah kian tertekan setelah pengumuman usulan MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, menyebut arus keluar modal asing menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.100 per dolar Amerika Serikat.
Menurut Fithra, tekanan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat, arus keluar modal asing dari pasar saham, hingga pengumuman MSCI.
Ia menilai tekanan terhadap rupiah bersifat sementara. Pemerintah bersama otoritas moneter terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.