KOMPAS.TV - Guru Besar Kriminologi FISIP Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, menilai terdapat indikasi niat dan perencanaan dalam kasus penembakan yang menewaskan Bharatu Valdo di lingkungan kepolisian.
Penilaian ini didasarkan pada sejumlah hal yang disoroti dari rekaman CCTV, termasuk penggunaan helm oleh terduga pelaku saat memasuki markas dan ketika melakukan penembakan.
Menurutnya, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa terduga pelaku memahami kondisi internal markas, termasuk keberadaan kamera pengawas.
Selain itu, akses masuk melalui pintu belakang dan dugaan kemudahan memperoleh senjata juga menjadi perhatian.
Adrianus menduga, rangkaian tindakan tersebut bisa berkaitan dengan kemarahan yang telah lama terpendam dan kemudian disalurkan melalui tindakan yang direncanakan.
Di sisi lain, Adrianus turut menyoroti pemeriksaan kondisi kejiwaan terduga pelaku. Ia menjelaskan bahwa gangguan psikis memiliki tingkat dan dampak yang berbeda terhadap kemampuan seseorang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurut Adrianus, penilaian mengenai kondisi kejiwaan harus dilakukan secara cermat dan tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban pidana.
Adrianus kemudian mengangkat persoalan kultur di lingkungan kepolisian, khususnya terkait dugaan perundungan atau bullying antara atasan dan bawahan maupun sesama anggota.
Menurutnya, tindakan seperti membentak, memarahi, atau bersikap keras terhadap bawahan belum tentu dipandang sebagai perundungan oleh orang yang berada di dalam kultur tersebut.
Pola pendidikan bergaya militer yang menekankan kedisiplinan dan ketegasan dapat memengaruhi cara anggota memandang perlakuan keras di lingkungan kerja.
Namun, ia mengingatkan bahwa tindakan yang telah lama menjadi kebiasaan tidak serta-merta berarti dapat dibenarkan.
Baca Juga Kompolnas: Kasus Polisi Tembak Polisi Alarm Keras, Pengawasan Senjata Api Dipertanyakan | DIPO di https://www.kompas.tv/video/698272/kompolnas-kasus-polisi-tembak-polisi-alarm-keras-pengawasan-senjata-api-dipertanyakan-dipo
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kHcSkM0krFI
#polisitembakpolisi #tangsel #polisi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/698279/polisi-tembak-senior-kriminolog-soroti-helm-akses-senjata-dan-dugaan-perencanaan-dipo