KOMPAS.TV - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti kasus penembakan yang menewaskan Bharatu Valdo di lingkungan kepolisian.
Komisioner Kompolnas, Yusuf Warsyim, menyebut peristiwa tersebut sebagai alarm keras atas penyalahgunaan senjata api sekaligus persoalan pengawasan di tubuh Polri.
Yusuf menegaskan, penyalahgunaan senjata api tidak hanya berkaitan dengan tindakan menembak, tetapi juga mencakup rantai sistem pengawasan yang seharusnya mencegah terjadinya pelanggaran.
Yusuf menjelaskan, pengawasan penggunaan senjata api sebelumnya telah diperketat. Namun, terjadinya kasus Bharatu Valdo menjadi perhatian untuk mengevaluasi kembali sistem pengawasan dan penyimpanan senjata api oleh personel kepolisian.
Menurut Yusuf, apabila ditemukan kelemahan pengawasan, pertanggungjawaban tidak boleh hanya dibebankan kepada tersangka yang sedang menjalani proses hukum.
Pihak yang bertanggung jawab dalam sistem pengawasan, termasuk pimpinan secara berjenjang, juga perlu dievaluasi berdasarkan fakta-fakta penyidikan.
Selain itu, Kompolnas menyarankan pemeriksaan psikologi forensik untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka dalam kasus tersebut.
Yusuf juga mendorong agar penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh, baik melalui proses pidana maupun penegakan kode etik. Pemenuhan hak-hak keluarga korban turut menjadi perhatian.
Menurutnya, tragedi ini harus menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan sumber daya manusia kepolisian serta pengawasan pelaksanaan tugas.
Yusuf menegaskan, senjata api yang diberikan kepada anggota kepolisian seharusnya digunakan untuk melindungi kehidupan, bukan justru menghilangkan nyawa.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya niat dan perencanaan dalam kasus penembakan Bharatu Valdo, Yusuf menyampaikan penilaiannya.
Baca Juga Bharatu Valdo Tewas, Keluarga Ungkap Luka Sayatan dan 3 Jahitan di Kepala | DIPO di https://www.kompas.tv/video/698268/bharatu-valdo-tewas-keluarga-ungkap-luka-sayatan-dan-3-jahitan-di-kepala-dipo
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/kHcSkM0krFI
#polisitembakpolisi #tangsel #polisi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/video/698272/kompolnas-kasus-polisi-tembak-polisi-alarm-keras-pengawasan-senjata-api-dipertanyakan-dipo