Nilai tukar rupiah terus tertekan hingga menembus level 18.100 rupiah per dolar Amerika Serikat (26/10), Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal menyebut derasnya arus modal asing yang keluar menjadi salah satu pemicunya.
Menurut Fithra, pelemahan rupiah dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kenaikan imbal hasil surat utang Amerika Serikat, arus keluar modal asing dari pasar saham, hingga pengumuman MSCI terkait usulan penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Meski begitu, Fithra meyakini tekanan terhadap rupiah hanya bersifat sementara. Pemerintah bersama otoritas moneter juga terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bagaimana pendapatmu?
Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #VODKompasTV