KOMPAS.TV - Rupiah kian tertekan setelah pengumuman usulan MSCI menurunkan status bursa saham Indonesia menjadi standalone market. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal, mengatakan derasnya arus dana asing yang keluar menjadi salah satu pemicu pelemahan rupiah.
Menurut Fithra, ada multifaktor di balik tembusnya nilai tukar rupiah di level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat. Fithra juga mengatakan, ada akumulasi tekanan global, seperti kenaikan imbal hasil surat utang AS, sentimen arus keluar modal asing di pasar saham, hingga pengumuman MSCI.
Ia meyakini tekanan terhadap rupiah ini hanya bersifat sementara. Sebagai langkah penanganan, Fithra memastikan pemerintah dan otoritas moneter terus berkoordinasi demi menjaga stabilitas nilai tukar. Selain berdampak pada pasar saham akibat usulan MSCI yang menurunkan status bursa Indonesia menjadi standalone market, aksi jual asing juga terjadi pada SBN dan SRBI.
Sejauh mana hal ini akan membuat rupiah terus melemah? Kita bahas bersama Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas.
#MSCI #rupiah #kombis
Baca Juga Titik Panas Akibat Karhutla di Jambi Turun, Warga Diimbau Tetap Waspada | SAPA PAGI di https://www.kompas.tv/regional/698208/titik-panas-akibat-karhutla-di-jambi-turun-warga-diimbau-tetap-waspada-sapa-pagi
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/698211/full-kepala-ekonom-trimegah-sekuritas-bahas-rupiah-tembus-18-100-apa-saja-faktornya