KOMPAS.TV – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai harga kecil yang harus dibayar demi perang melawan Iran. Trump menegaskan, dirinya tidak menyesali keputusan untuk melanjutkan konflik tersebut.
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terhenti selama beberapa bulan terakhir. Trump juga menolak proposal terbaru Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Trump memperingatkan harga BBM bisa semakin tinggi jika konflik dengan Iran terus berlanjut. Ia bahkan memperkirakan harga bensin dapat berlipat ganda hingga tiga kali lipat, tetapi menyebut hal tersebut sebagai konsekuensi yang sepadan dengan tujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.