Iran secara resmi mengungkap evolusi dua varian drone serang jarak jauh andalannya, yakni Arash-3 dan Shahed-238.
Arash-3 hadir dengan membawa hulu ledak masif seberat seratus kilogram yang dilengkapi sistem navigasi mandiri anti-GPS, sementara Shahed-238 diandalkan lewat sokongan mesin turbojet kompak yang mampu melesat dengan kecepatan lima ratus hingga enam ratus kilometer per jam.
Seluruh persenjataan asimetris ini diproduksi dan disembunyikan di dalam jaringan fasilitas manufaktur serta pangkalan bawah tanah rahasia yang terkubur ratusan meter di dalam perbukitan terjal Iran, seperti di kawasan Yazd.
Lalu, apakah kombinasi hulu ledak berat, kecepatan jet, dan benteng bawah tanah ini benar-benar mampu meruntuhkan dominasi pertahanan udara modern, ataukah pada akhirnya hanya menjadi unjuk gigi di tengah kepungan sanksi global?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Nabilah Safirah
Narator: Nabilah Safirah
Video Editor: Angelia Elza Berliana
Produser: Marvel Dalty
#Global #Konflik ##Kompascomlab #PerangIranVsAS #Iran #AmerikaSerikat #DroneIran #DroneShahed238 #DroneArash #IRGC
Music: Night Breach (AI)