JAKARTA, KOMPASTV – Kelompok Houthi mengklaim menyerang bandara di Riyadh dan sejumlah fasilitas minyak Arab Saudi sebagai balasan atas serangan udara di Yaman.
Peneliti Indo Pacific Strategic Intelligence, Aisha Kusumasomantri, menilai Houthi menyadari bahwa kemampuan militer mereka berada di bawah Arab Saudi, baik dari sisi persenjataan maupun jumlah personel.
“Jadi, dia menyadari dengan pasti bahwa ketika dia melakukan perang konvensional dengan Arab Saudi, dia tidak akan memenangkan perang tersebut. Akhirnya, dia berusaha untuk menggeser strategi perangnya dari perang simetris menjadi perang yang sifatnya asimetris,” ujar Aisyah. (timecode 3:32)
Ia menilai, serangan terhadap bandara, kilang minyak, dan fasilitas petrokimia dapat mengganggu fungsi Arab Saudi sebagai salah satu negara penghasil minyak utama di kawasan Asia Barat.
“Dengan terjadinya serangan-serangan dari Houthi, maka progres yang kemudian dicapai di tahun 2030 ini otomatis tidak akan tercapai. Sehingga mau tidak mau memang Arab Saudi harus kemudian mengevaluasi ulang rencana pembangunan perekonomiannya,” ujar Aisha. (timecode 6:53)
Selain tekanan ekonomi, Aisha menilai serangan tersebut juga berkaitan dengan upaya Houthi meningkatkan posisi tawar politiknya dalam konflik Yaman.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Aqshal
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/697908/balas-saudi-houthi-klaim-serang-riyadh-dan-jeddah-kompas-petang