:

Bertahan Dikepung Sawit, Tokoh Adat Tanah Putih Jaga Sisa Hutan Terakhir di Kalimantan

6 jam lalu

Meiliono, mantir atau penjaga warisan Desa Tanah Putih, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mempertahankan hutan di tengah meluasnya perkebunan sawit. Ia memilih menyisakan hutan sebagai warisan bagi generasi mendatang. 


Menurut Meiliono, perubahan hutan menjadi perkebunan sawit membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Perkebunan membuka lapangan kerja dan membantu perekonomian warga, tetapi juga memicu konflik agraria dan persoalan kepemilikan lahan.


Bagi orang yang mau berterima kasih dengan orang terdahulu, ya pastilah dia simpan hutannya, kata Meiliono di Desa Tanah Putih beberapa wakatu lalu.


Ia menilai hutan yang tersisa perlu dijaga agar masih bisa dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.


Meiliono menyebut hutan yang dipertahankannya berada sekitar empat kilometer dari permukiman. 


Ia berharap masyarakat tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan manfaat lahan bagi anak cucu mereka.




Simak selengkapnya pada video ini


Penulis: Cynthia Lova

Video Jurnalis: Cynthia Lova

Video Editor: Cynthia Lova

Produser: Abba Gabrillin

#Hutan #PerkebunanSawit #MasyarakatAdat #KalimantanTengah #vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke