KOMPAS.TV - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Di tengah kemarau ekstrem dan terbatasnya awan hujan, pemerintah menguji metode baru menggunakan dry ice atau es kering melalui udara.
Berbeda dari pemadaman api secara langsung, metode ini ditujukan untuk membantu mengurai kabut asap di atmosfer dengan mengintervensi lapisan inversi yang dapat menahan asap dekat permukaan bumi.
Bagaimana cara kerja dry ice dalam operasi modifikasi cuaca? Seberapa efektif metode ini dalam memperbaiki jarak pandang dan menurunkan polutan berbahaya? Apa saja kendala teknis yang dihadapi dalam pelaksanaannya?
Simak pembahasan mengenai uji coba dry ice, penjelasan teknis BMKG, serta tantangan penanganan kabut asap di tengah kemarau ekstrem.
Meski intervensi di atmosfer dilakukan, pemadaman karhutla hingga tuntas dan pencegahan pembakaran lahan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan bencana ini.
#karhutla #kabutasap #dryice #modifikasicuaca #bmkg #kebakaranhutan
Baca Juga Tim Satgas Gunakan 13,6 Ton Dry Ice Urai Asap Karhutla di Kalimantan dan Sumatera | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/697275/tim-satgas-gunakan-13-6-ton-dry-ice-urai-asap-karhutla-di-kalimantan-dan-sumatera-berut
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/697708/mengapa-gunakan-dry-ice-atasi-asap-karhutla-di-sumatera-kalimantan