Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu penurunan kualitas udara secara drastis pada Jumat (23/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 664 g/m dengan status berbahaya, sementara model CAMS menunjukkan angka 200 g/m dengan kategori sangat tidak sehat.
Dampak kabut asap pekat ini memperburuk jarak pandang di sekitar Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut hingga 400 meter pada pagi hari serta terpantaunya 94 titik panas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kendati demikian, di tengah memburuknya kualitas udara dan ancaman kesehatan tersebut, aktivitas masyarakat setempat dilaporkan masih tetap berjalan seperti biasa.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Video Jurnalis: Roderick Adrian Mozes
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music: Black Ledger (AI)
#peristiwa #bencana ##newsdaily ##cclab #PalangkaRaya #Asap #AsapKarhutla #Kahutla #KarhutlaKalimantan