:

AS-Iran Terjangkit Sindrom Saling Curiga, Negosiasi Selalu Buntu

14 jam lalu

Upaya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran terus menemui jalan buntu meskipun kedua negara telah berulang kali mengajukan inisiatif negosiasi, termasuk Nota Kesepakatan Islamabad pada 18 Juni 2026 yang akhirnya gugur dalam hitungan hari. Analis politik Timur Tengah, Mahjoob Zweiri, menilai kebuntuan ini berakar dari sindrom luka sejarah yang mendalam, di mana AS menuntut Iran melangkah lebih dulu akibat trauma penyanderaan kedutaan 1979, sementara Iran menolak memberikan konsesi karena trauma penarikan sepihak AS dari perjanjian nuklir JCPOA.

Tabrakan aturan dan krisis kepercayaan ini membuat Washington mendesak pembukaan Selat Hormuz serta pembekuan pengayaan uranium terlebih dahulu, sedangkan Teheran menuntut pencabutan blokade laut AS sebelum ada jaminan yang pasti. Di tengah isi tuntutan yang sebenarnya sudah semakin menyempit, para pengamat menilai penyelesaian konflik ini tidak lagi cukup diselesaikan lewat rumus urutan langkah, melainkan membutuhkan pihak ketiga yang kredibel untuk menjamin pelaksanaan komitmen kedua belah pihak secara bersamaan.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia

Music: Wireline Bulletin No 2 (AI)

#global #perang ##newsdaily ##cclab #Iran #AS #PerangIran #ASIRAN

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke