Penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak pada 30 September 2026 menandai babak baru bagi keamanan negara tersebut. Namun, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap pengaruh milisi bersenjata pro-Iran yang masih kuat di Irak, dan bahkan tercatat berani melayangkan tantangan ke Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.
Faksi-faksi yang dekat dengan Teheran di Irak banyak yang tergabung dalam Popular Mobilization Forces atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF). Menurut data pemerintah Inggris dan Uni Eropa, PMF memiliki total ratusan ribu anggota dan alutsista dalam jumlah tak sedikit. Salah satu faksi PMF yang paling kuat adalah Kataib Hezbollah.
Namun kekuatan militer PMF tak sekadar didasarkan pada jumlah personel maupun persediaan senjata. Sejak awal abad ke-21, Teheran memberikan dana, pelatihan, dan persenjataan, dan timbal baliknya faksi-faksi di PMF memperkuat pengaruh politik Iran di Irak, termasuk dengan masuk ke lembaga politik dan keamanan Baghdad.
Bagaimana asal-usul terbentuknya PMF? Seberapa besar kekuatan militer mereka, khususnya jumlah personel di faksi-faksi terkuat yang setia terhadap pemimpin tertinggi Iran, dan juga stok persenjataannya?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Salsabila Suseno
Narator: Salsabila Suseno
Video editor: Dimas Septian Adiyathama
Produser: Akhmad Muawal Hasan
#Militer #Tentara #Brigade #PMF #PasukanMobilisasiPopuler #Iran #Irak #PopularMobilizationForces #AmerikaSerikat #KhataibHizbullah
Musik:
Tides of Iron 1 (AI)
Pattern in Stone (AI)
Under A Cold Command (AI)
The Final Perimeter (AI)