Bank-bank raksasa Amerika Serikat dari Wall Street kini ramai-ramai menggalang dana lewat penerbitan obligasi Dim Sum berdenominasi yuan China yang melonjak drastis hingga 68 persen dari tahun sebelumnya, dengan total himpunan dana mencapai 167 miliar yuan. Fenomena ini didorong oleh langkah Hong Kong yang memperkuat posisinya sebagai pusat likuiditas yuan global serta dorongan dari Beijing agar mata uangnya kian terinternasionalisasi di tengah tatanan global yang multipolar.
Kajian Atlantic Council memperingatkan bahwa pergeseran dominasi mata uang ini dapat memicu enam petaka bagi Amerika Serikat, mulai dari pembengkakan biaya utang, tertekannya anggaran belanja, melemahnya efektivitas sanksi, hingga merosotnya pengaruh global. Kendati gelombang obligasi Dim Sum ini belum serta-merta meruntuhkan hegemoni dolar, langkah institusi keuangan global yang mulai menggantungkan pendanaannya pada yuan menjadi sinyal kuat yang patut diperhitungkan dalam dinamika dedolarisasi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music: Wireline Bulletin No 2 (AI)
#ekonomi #finansial ##newsdaily ##cclab #Yuan #Dollar #Dolar #Obligasi #China #AS #Dedollarisasi