Suara warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel berpotensi menentukan pembentukan pemerintahan baru dalam pemilu pada Selasa (27/20/2026).
Menurut laporan Al Jazeera, koalisi pendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun kelompok oposisi belum memperoleh dukungan mayoritas, sehingga partai Arab Ra'am dan Joint List berpeluang menjadi penentu.
Sekitar seperlima populasi Israel merupakan warga Palestina, dengan survei yang dikutip tim kampanye memperkirakan 62 persen di antaranya berencana memberikan suara.
Namun, kekecewaan terhadap sistem politik membuat sebagian warga masih mempertimbangkan untuk tidak memilih.
Selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Tri Indriawati Penulis Naskah: Shafa Maulita Maulana Narator: Shafa Maulita Maulana Video Editor: Shafa Maulita Maulana Produser: Ervan Yudhi Tri Atmoko