Arab Saudi yang awalnya memimpin koalisi besar untuk menyerang kelompok Houthi di Yaman sejak 2015 kini dinilai seolah ditinggal sendirian dalam menghadapi eskalasi serangan udara, termasuk hantaman rudal yang menyasar kawasan vital seperti Bandara King Khaled di Riyadh. Meski memiliki banyak sekutu baru dan lama, dukungan yang diberikan sebagian besar terbatas pada bantuan logistik, pertahanan pasif, atau operasi dari belakang layar tanpa keterlibatan tempur langsung secara terbuka.
Di tengah ancaman Houthi yang kian meluas dan persediaan penangkis rudal yang menipis, para analis mencatat bahwa aliansi militer tersebut memilih bermain aman untuk menghindari risiko ekonomi dan gangguan di jalur pelayaran global seperti Selat Bab el-Mandeb. Oleh karena itu, para pengamat menilai pendekatan militer semata tidak akan cukup menyelesaikan ancaman ini, sehingga Arab Saudi membutuhkan kombinasi strategi pencegahan yang kuat serta jalur diplomasi yang komprehensif.
Lantas, siapa saja negara yang berada di belakang Arab Saudi dalam perang melawan Houthi?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Videographer: Adinda Septia Berliana
Video Editor: Darojatun Athoilah
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Music:
Breaking Dark Pulse (AI)
Pressed Newsroom (AI)
Primary Dispatch (AI)
Midnight Ledger (AI)
#Global #Perang #BTW #BehindTheWorld ##cclab #Houthi #ArabSaudi