Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang terletak 223 kilometer dari Kota Palangkaraya, Kamis (22/10/2026) pagi tertutup asap pekat akibat karhutla.
Pantauan Kompas.com sejak pukul 05.00 hingga pukul 08.00, kabut asap ini bahkan masuk ke rumah-rumah warga, menghambat jarak pandang, hingga mengganggu aktivitas perekonomian warga di Pelabuhan Mentaya.
Pelabuhan ini biasa digunakan untuk menyeberang tenaga kesehatan, menjadi dermaga bagi kapal imbal yang mengangkut pekerja kapal batubara, hingga menjadi dermaga vital untuk penyeberangan antar pulau dari Sampit ke Surabaya.
Adapun, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk polutan PM 2.5 di Kota Sampit berada di angka 300 mikrogram per meter kubik, atau masih pada level bahaya pagi ini. Namun, pantauan Kompas.com, asap karhutla pagi ini terasa lebih pekat dibandingkan Kota Palangkaraya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Mochamad Sadheli
Video Jurnalis: Roderick Adrian Mozes, Cynthia Lova, Sabrina Asri
lVideo Editor: Nabilah Safirah
Produser: Mochamad Sadheli
#Peristiwa #Bencana ##Kompascomlab #Karhutla2026 #KebakaranHutan #Karhutla #AsapKarhutla
Music: Karhutla (AI)