Pemanasan global diproyeksikan akan melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius, yang akan membuat Planet Bumi semakin panas. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana iklim, mulai dari banjir, gelombang panas, hingga kebakaran hutan.
Proyeksi tersebut tertuang dalam Laporan Kesenjangan Emisi 2026, "Titik untuk Kembali", yang dirilis Program Lingkungan PBB (UNEP), Rabu (21/10/2026). Laporan ini juga memaparkan skenario untuk membatasi puncak pemanasan global, pada kisaran 1,7 hingga 1,8 derajat Celsius pada pertengahan abad ini.
Meski banyak negara telah berkomitmen menurunkan emisi, suhu permukaan bumi diproyeksikan akan tetap naik hingga 1,2 derajat Celsius. Usut punya usut, salah satu biang keroknya berasal dari Amerika Serikat. Keputusan AS menarik diri dari Perjanjian Paris atas alasan ekonomi membuat emisi mereka melonjak drastis hingga tembus 133 megaton setara karbon dioksida.
Para ahli menilai, mundurnya Amerika bukan sekadar manuver politik biasa, tetapi juga langkah yang membawa dampak nyata ke krisis iklim global.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Red Thread Files (AI)
#PemanasanGlobal #Bumi #BumiMakinPanas #CuacaEkstrem #Peristiwa #Iklim #KrisisIklim