Di tengah lonjakan utang AS yang menembus 40 triliun dolar, China dan Hong Kong mempercepat langkah diversifikasi dari mata uang dolar. Hong Kong menggenjot penerbitan obligasi Dim Sum berdenominasi yuan yang kian diminati negara-negara berdaulat akibat tingginya biaya pinjaman AS, serta bersiap meluncurkan platform kliring emas global milik pemerintah pada kuartal pertama tahun depan untuk menyaingi London.
Langkah strategis Hong Kong ini berjalan seirama dengan kebijakan Bank Sentral China yang terus memborong emas hingga cadangannya mencapai 2.410 ton dan secara bertahap melepas kepemilikan obligasi AS ke level terendah sejak 2008 guna mengantisipasi risiko geopolitik. Kendati para analis menilai dolar AS masih tetap menjadi mata uang cadangan global yang dominan dan proses dedolarisasi ini akan berjalan lambat, kolaborasi Beijing dan Hong Kong dinilai efektif membangun jalur alternatif bagi sistem keuangan internasional.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia Narator: Elisabeth Putri Mulia Video Editor: Elisabeth Putri Mulia Produser: Elisabeth Putri Mulia