:

Pangat Tembus Kabut Asap, Jualan Es Dawet demi Dapur Mengepul meski Mata Perih

1 minggu lalu

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, membuat omzet pedagang es dawet keliling, Pangat (41), turun signifikan. 


Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, dagangan Pangat berangsur sepi karena warga jarang beraktivitas di luar rumah akibat asap pekat. 


Sekarang paling (untung cuman) Rp 100.000, biasanya berangkat jualan dari pagi, pemasukan tidak seramai biasanya, ujarnya saat diwawancarai Kompas.com di Jalan Soekarno, Selasa (20/10/2026).


Pria asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu menjajakan es dawet di sekitar Jalan G Obos, Soekarno, dan Kelurahan Kalampangan. 


Rabu sama Jumat kemarin sampai nggak masuk kerja karena asap sangat pekat, kalau ke luar ya berisiko ke kesehatan, ucapnya.


Namun, Pangat tidak ingin menyerah. Ia tetap menembus kabut asap agar anak dan istrinya di Jawa tetap bisa mencukupi kebutuhan.


Kalau saya harus tetap jualan, biar bagaimana pun, tetap harus jualan, untuk menjaga dapur tetap ngebul, ungkapnya.


Penulis: Akhmad Dhani, Aloysius Gonsaga AE

Kreatif: Jessica Meisya Kurnia

Produser: Reza Kurnia Darmawan


~J #PalangkaRaya #Peristiwa #Cut

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke