Sebanyak 45 perangkat Windows milik staf Al Jazeera dilaporkan menjadi sasaran peretasan sepanjang 2024 hingga 2025 melalui operasi mata-mata siber yang memanfaatkan jaringan periklanan online. Berdasarkan investigasi Citizen Lab dan perusahaan keamanan Confiant, perusahaan digital asal Israel, Discover-Tech, menggunakan iklan berbahaya yang bekerja sama dengan pembuat spyware Candiru untuk menyusupkan perangkat lunak pengintai secara diam-diam tanpa memerlukan interaksi klik dari korban.
Ancaman ini dinilai sangat luas dan mengkhawatirkan karena iklan berbahaya tersebut tersebar di lebih dari 120.000 situs web serta 75.000 aplikasi, bahkan sempat terdeteksi menyasar jaringan sensitif seperti Kementerian Pertahanan, PBB, hingga NATO. Menghadapi metode spionase digital yang mampu merekam aktivitas perangkat, mencuri data kredensial, hingga mengaktifkan kamera dan mikrofon ini, para pakar keamanan siber menyarankan penggunaan pemblokir iklan serta pengaktifan fitur keamanan ketat bagi kelompok berisiko tinggi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Elisabeth Putri Mulia
Musik: Ticker Loop Brief (AI)
#global #konflik ##newsdaily ##cclab #Israel #Mossad #KeamananSiber #SeranganSiber